Teori sederhana bahwa tanah yang terhampar luas dan bisa dibangun suatu bangunan, itu jumlahnya terbatas. Istilah kampungnya, Gusti Allah tidak lagi bikin tanah lagi. Jadi tanah beserta bangunan diatasnya nilainya akan naik akan naik secara ajaib.
Monday, August 31, 2020
Keajaiban Properti
Properti masih dianggap sebagai magic. Dari dulu mungkin sampai dunia ini tanpa properti.
Monday, December 18, 2017
Jangan Mengatasi Akibat, Atasilah Sebab.
Oleh : Zaenal Abidin MK
Setiap persoalan kita hanya bisa diatasi oleh diri kita sendiri, bukan orang lain. Kalau kita renungkan kita sebetulnya tahu duduk permasalahan kita. Apa sebabnya persoalan itu sampai terjadi dan akibatnya sampai membuat kita menderita. Karena setiap masalah hanyalah akibat saja bukan sebab.
Bila kita mengatasi akibat, sampai kapan pun tidak akan selesai, yang terjadi malah kita akan bertambah problimatikanya.
Sebagai contoh yang saya alami. Ketika bisnis saya jatuh, saya sibuk mengatasi tagihan dan problem yang ada, ternyata bukan semakin membaik, malah makin bertambah masalahnya. Saya sama sekali tidak bisa bekerja, yang ada hanya: Ketakutan.
Kemudian saya menerima keadaan remuk redamnya persoalan, saya menerima keadaan, bahwa saya lagi terpuruk secara keuangan. Maka yang saya lakukan semua aset saya jual dan sisanya saya melakukan nego dengan pihak mitra. Meski tetap ada yang tidak sabar dan akhirnya lapor polisi dan lainnya. Tapi itu saya biarkan, tanpa melawan. Sambil saya mulai menata mental kembali, dan mengumpulkan sisa kekuatan yang ada dalam diri saya, menghitung potensi yang masih ada.
Dari situlah kegembiraan datang, saya mulai sedikit-demi sedikit membangkitkan potensi yang masih ada dan berpikir positif mulai tumbuh, dan kepercayaan diri mulai ada. Saya memilih mulai bekerja kembali, tiap kali ada tekanan tagihan, saya nego.
Harimau yang ada dalam diri saya mulai mengaum, ini tentu berkat ilham dari Allah. Saya mulai bekerja dan respon mitra kerja mulai terus bertambah, saya mengalami kegembiraan, pelan-pelan bisa mengatasi problem keluarga dan sedikit demi sedikit mengatasi problem dengan orang lain.
Alhamdulillah kreatifitas saya dalam pekerjaan semakin bertambah, Allahu Akbar. Insya Allah sebelum jatah hidupku habis, saya bisa menyelesaikan semua persoalan.
Kegairahan hidup, membuat segalanya berbeda, atas izin Allah.
Sunday, December 17, 2017
Sajak Khidir
Sajak
Khidir
Oleh:
Zaenal Abidin MK
Aku
sms pada dua sahabat, satu Ustad Mokhammad Thamrin (63 tahun) dan satunya Pak
Slamet Affandi (81 tahun) Tentang cerita Nabi Khidir. Kata merek, Quran surat
Kahfi ayat 60 - 82.
Empqt
tahun lalu Nabi Khidir datang melubangi perahu kami.
Awalnya
anak-anak frustasi dan menyalahkan keadaan, menyalahkan orang tua.
dan
waktu berjalan, mereka rupanya mendapat ilham dari Allah
subhanallah,
akhirnya mereka bisa menerima keadaan. Mereka jadi mandiri dan saling suport.
Yang
tadinya saling iri saat perahu kami belum dilubangi Nabi Khidir, kini mereka
saling sayang dan tulus. Yang membuat saya bersyukur:
Syarif
mau kerja di warnet dan sekalian jualan game.
Intan
bisa terus menulis di Google Adsen.
Yusuf
semakin mantab di bisnis cuci sepatu.
Bahkan
Yusuf ikut bantu aku jualan properti.
Mereka
memang putus kuliah dari perguruan tinggi
rupanya
Allah mengajak mereka kuliah pada Kehidupan.
Pak
Slamet Affandi, membalas:
“Alhamdu
lillah. Semua yang terjadi di muka bumi ini pasti mengandung hikmah. Tinggal
kita, bisa membacanya apa tidak..”
Tegal,
9 Desember 2017
Wednesday, August 30, 2017
Menabung kepercayaan.
Kepercayaan diri pelan-pelan lenyap, karena tekanan-tekanan orang lain terutama mitra bisnis, teman dan keluarga yang tidak menaruh kepercayaan kepada diri kita. Bila tekanan ini berlangsung lebih dari tiga tahun, hilanglah kepercayaan diri ini. Hal ini dialami oleh orang - orang yang jatuh di dalam dunia politik, bisnis dan mantan narapidana korupsi.
Pertanyaannya kepercayaan diri yang hilang itu bisakah kembali? Tentu bagi orang berpikir positif mengatakan bisa, asal berusaha dengan gigih dan tentu saja melalui proses yang sedikit panjang. Intinya apa yang diajarkan oleh nabi Yakub dipegang teguh: jangan putus asa dari rahmat Allah.
MENATA MINDSET
Menata mindset bagi orang orang kehilangan kepercayaan diri itu memang lumayan berat. Itu juga yang saya alami selama lebih dari tiga tahun. Penilaian sebagian masyarakat yang buruk terhadap diri saya sangat mempengaruhi dan menekan saya kurang percaya diri.. Saya terpaksa membaca buku-lagi dan mengkaji Al-Quran lagi lebih mendalam.
Di dalam ajaran agama faktor ikhlas terhadap apa yang kita alami, baik karena kesalahan diri sendiri mau pun ada tindakan hazad orang lain kepada kita. Jangan mencoba melawan, itu menghabiskan energi. Semakin kita kuat melawan, serangan mereka semakin dahsyat dan itu berulang-ulang saya alami.
Pertanyaannya kepercayaan diri yang hilang itu bisakah kembali? Tentu bagi orang berpikir positif mengatakan bisa, asal berusaha dengan gigih dan tentu saja melalui proses yang sedikit panjang. Intinya apa yang diajarkan oleh nabi Yakub dipegang teguh: jangan putus asa dari rahmat Allah.
MENATA MINDSET
Menata mindset bagi orang orang kehilangan kepercayaan diri itu memang lumayan berat. Itu juga yang saya alami selama lebih dari tiga tahun. Penilaian sebagian masyarakat yang buruk terhadap diri saya sangat mempengaruhi dan menekan saya kurang percaya diri.. Saya terpaksa membaca buku-lagi dan mengkaji Al-Quran lagi lebih mendalam.
Di dalam ajaran agama faktor ikhlas terhadap apa yang kita alami, baik karena kesalahan diri sendiri mau pun ada tindakan hazad orang lain kepada kita. Jangan mencoba melawan, itu menghabiskan energi. Semakin kita kuat melawan, serangan mereka semakin dahsyat dan itu berulang-ulang saya alami.
Monday, August 28, 2017
Kalau kepercayaan sudah hancur, apakah bisa pulih kembali?
Saya menyadari, kepercayaan orang terhadap saya sebagai person maupun sebagai wirausahawan sudah hancur lebur. Saya mencoba menggunakan medsos, malah senjata makan tuan. Banyak orang mulai nagih melalui medsos dan menghina. Tapi saya tidak putus asa terus ber medsos. Di tahuan 2013 saya mulai hancur secara keuangan, juga hancur secara kepercayaan orang. Baik mitra usaha, atau teman, Istilah Stephen R Covey, tabungan kepercayaan sudah habis..
Sunday, August 27, 2017
"Buat apa shalat, bapak yang shalat terus saja tidak amanah" kata Anakku Pertama.
Saya memang bukan dari keluarga yang beragama, atau tepatnya bukan dari kalangan santri. Ibu-bapakku setahuku, sejak saya kecil tidak melaksanakan shalat lima waktu. Tapi sejak saya remaja, saya anak mushala. Bahkan tidurnya pun sering di mushla, baik karena di rumah tidak punya kamar untuk saya, atau mungkin lebih senang tidur dimushala. Saya sejak remaja aktivis PII (Pelajar Islam Indonesia), bahkan sebagai pendiri PII Ranting Panggung Tegal.
Saturday, August 26, 2017
Bunda: "Kalau kamu putus asa, bagaimana dengan nasib anak-anakmu?"
Ketika semua harapan sudah tertutup, bahkan peluang pun seoah tidak ada lagi untuk hidup aman. Seakan di depan mata dan nun jauh disana tidak ada jalan lagi buat hidup. Hujatan-hujatan orang, teman-teman yang mulai menjauh, dan terutama mitra-mitra juga sangat jauh. Berdoa kepada Tuhan pun seolah tidak mungkin. Ada bisikan ibunda yang begitu pelan dan setengah menangis putus asa.
Subscribe to:
Posts (Atom)
PERLUKAH KITA BERMEDSOS KETIKA KITA SEDANG MENGALAMI BANGKRUT DAN DIVONIS PENYAKIT KRITIS.
PERLUKAH ORANG YANG SEDANG BANGKRUT DAN DIVONIS SAKIT KRITIS, BERMEDSOS RIA? Memang tergantung pilihan. Ada orang yang memilih menyendiri da...
-
Yang tidak bisa hilang dari saya adalah selalu tersenyum. Dalam keadaan apa pun. Setelah berhasil menjual rumah inti, sebagian untuk membay...
-
Properti masih dianggap sebagai magic. Dari dulu mungkin sampai dunia ini tanpa properti. Teori sederhana bahwa tanah yang terhampar luas da...
-
Oleh : Zaenal Abidin MK Setiap persoalan kita hanya bisa diatasi oleh diri kita sendiri, bukan orang lain. Kalau kita renungkan kita sebe...