Aku kedatangan tamu, teman lama. Istri saya keluar menyajikan wedang teh. Dan tak lupa saya dengan nada hormat saya mengatakan pada istri saya, "Matur nuwun." Sahabatku bertanya, karena lama gak ketemu istriku, "Tadi siapa?." Saya jawab "istriku," jawabku.
Saya bilang kenapa tanya, "soalnya kamu bilang 'matur nuwun' sama istrimu," aku tertawa. Itu kebiasaanku. Kalaupun yang menyodorkan anakku pun saya akan memperlakukan yang sama.
Rupanya dia kaget dengan kebiasaanku mengucapkan terima kasih kepada keluargaku. Padahal ini saya biasakan sekalipun pada anak-anakku.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
PERLUKAH KITA BERMEDSOS KETIKA KITA SEDANG MENGALAMI BANGKRUT DAN DIVONIS PENYAKIT KRITIS.
PERLUKAH ORANG YANG SEDANG BANGKRUT DAN DIVONIS SAKIT KRITIS, BERMEDSOS RIA? Memang tergantung pilihan. Ada orang yang memilih menyendiri da...
-
Lika Liku Jadi Broker Properti: Suatu pagi datang sepasang suami istri (developer) minta bantuan untuk memasarkan Perumahannya yang mandek. ...
-
Yang tidak bisa hilang dari saya adalah selalu tersenyum. Dalam keadaan apa pun. Setelah berhasil menjual rumah inti, sebagian untuk membay...
-
Mengenal H. Nadhirin, sebagai pengusaha. Saya mengenal H. Nadhirin, salah satu pedagang gerabah di Pasar Pagi Tegal. Saya mengenalnya karena...
No comments:
Post a Comment