Tuesday, February 2, 2021

PERLUKAH KITA BERMEDSOS KETIKA KITA SEDANG MENGALAMI BANGKRUT DAN DIVONIS PENYAKIT KRITIS.

PERLUKAH ORANG YANG SEDANG BANGKRUT DAN DIVONIS SAKIT KRITIS, BERMEDSOS RIA?

Memang tergantung pilihan. Ada orang yang memilih menyendiri dan ada yang memilih bermedsos ria. Itu tergantung motivasi masing-masing.

Tapi yang perlu disadari adalah tujuan medsos bukan curhat hal-hal yang menyedihkan saja, tapi juga hal-hal yang positif. Termasuk ide-ide atau promosi produk orang lain atau promosi pruduk yang baru dirintis. Siapa tahu bisa menambah calon konsumen atau justru diajak kerja sama.

Pada awal-awal saya bisnisnya menurun, orang yang merasa dirugikan saya tentu menyerang lewat media sosial dan mungkin tujuan mereka agar orang lain tahu masalah saya.

Hal itu tidak menyebabkan saya menutup akun medsos. Yang saya pilih adalah saya blokir sambil mengtakan kalau yang sifatnya pribadi datang saja ke rumah.

Sampai mas Su Pangat pernah bertanya Pak Zaenal dalam kondisi sekarang (maksudnya bangkrut tahun 2013) kok medsosnya gencar. Saya hanya tertawa. Habis siapa yang akan membantu saya membranding saya sendiri, kalau bukan diri sendiri.

Dismping orang yang benci pasti ada orang yang simpati. Saya terus mengikuti tren. Saya punya akun instagram followernya lebih dari 5000, bahkan jumlahnya tiga. Saya punya akun LinkedIn, punya Youtube (baru merintis). Alhandulillah kini mulai bangkit pelan-pelan.
Dan saya selalu bekerja berdasarkan suka. Suka properti, suka mendidik, suka silturahmi.

Pada mulanya tentu orang menghindar kalau saya datang, lama-lama mereka bersedia menerima saya sebagai tamu.

Hanya tiga orang yang selalu menerima saya baik susah mau pun suka: mas Taufan Arief Nursyamsu , Abdullah Sungkar dan Hali Sonhadj dan orang-orang Pesengkongan.

Itu sesuatu.

Seandainya saya berhenti bermedsos, mungkin saya tidak seperti sekarang ini, membangun branding diri. Persoalan pribadi insya Allah pelan-pelan akan diselesaikan oleh Allah, kalau kita niat.

Bagi yang divonis sakit kritis yang dibutuhkan ada rasa syukur yang kuat dan selalu gembira, insya Allah bermedsos akan membantu.

Menurut saya tetaplah bermedsos: tetap banyak membaca dan silaturahmi.

Latepost : bersama mahasiswi Farmasi Phb  kelas 5 D tahun 2018 Politeknik Harapan Bersama .

Saturday, October 17, 2020

LIKA LIKU MENJADI BROKER PROPERTI

Lika Liku Jadi Broker Properti:

Suatu pagi datang sepasang suami istri (developer) minta bantuan untuk memasarkan Perumahannya yang mandek. Istrinya bercerita ingin bunuh diri, karena proyeknya macet.

Akhirnya saya pasarkan, alhmdulillah laku keras. Kemudian saya diminta memasarkan lagi di daerah Brebes, dan laku keras juga. Dia rupanya iri dengan pekerjaan saya. 

Akhirnya plang yang saya pasang di pinggir jalan, no hp saya di hapus di oret-oret. Padahal plang itu yang bikin saya dan yang bayar pajak saya.

Dan akhirnya dia tidak bayar komisi.

Suatu hari saya ketemu dia cerita pada saya bahwa modalnya habis di saham. Dan dia sebagai developer macet lagi. Saya hanya mendengarkan.

Kadang developer menganggap remeh pekerjaan broker properti.
Tapi saya tidak masalah. Saya tetap jadi broker properti.

(Foto: salah satu konsumen tahun 2005 ketemu di RS Paru-paru Tegal, dia karyawan disitu).

Friday, September 11, 2020

Mimpi H. Nadhirin Dalam Hal Properti

Mengenal H. Nadhirin, sebagai pengusaha.

Saya mengenal H. Nadhirin, salah satu pedagang gerabah di Pasar Pagi Tegal. Saya mengenalnya karena seorang sahabat M. Saidin. Baru saya mengenal AR. Hakim dan Khika Mudin.

Kemudian saya mengenal lebih dekat di tahun 1986. Saat itu oleh formatur saya terpilih menjadi Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, dan Wakil Ketua H. Irfan Mudzakir ( mubalig kondang almarhum), juga M. Saidin. Sedang Bendahara adalah H. Nadhirin dan Mustofa (yang anaknya menjadi dosen di Politeknik Harapan Bersama mas M. Syofyan Sofyan Firman Syah) dan sekretaris Erin Shobirin dan Abdul Wahid (almarhum).

Saat itu Nadhirin sudah punya mobil open Chevrolilet butut. Yang lain belum punya mobil (maksudnya satu kepengurusan). Dari situlah saya mengenal langkah-langkah bisnis dia yang hebat. Dia terjun kelilingan disamping punya kios di Pasar Pagi.

Mimpi Nadhirin.

Setahu saya sebagai pengusaha dia berbeda denga pengusaha lain satu angktan dengan saya. Dia punya mimpi dan fokus. Dia pernah bilang, "Saya punya keinginan punya toko gerabah yang paling besar di Tegal, semacam swalayan," katanya pada saya dan M. Saidin.

Disamping punya kebiasaan disiplin zakat yang ketat ( tidak ) pernah telat. Dia juga tidak ingin punya usaha yang lain kecuali Gerabah. Entah bagaimana akhirnya dia berhasil membeli bekas Bioskop Dana, berikutnya Bioskop Dewa. Untuk orang Tegal tentu itu sesuatu banget.

Waktu itu sebagaian orang menganggap mengeksekusi Bioskop Dana salah langkah. Karena letaknya Tusuk Sate. Bukan Nadhirin, kalau tidak melawan. Akhirnya bioskop Dana itu dijadikan Toko Swalayan Gerabah terbesar di Tegal. Konon katanya itu terbesar di Jawa Tengah.

Disitulah nama H. Nadhirin kata orang Tegal ngetop. Apalagi dia salah satu pengurus Kospin Jasa Pekalongan, yang punya Cabang di mana-mana. Konon disebut salah satu Koperasi terbesar di Indonesia.

Dan dia akhirnya diminta untuk membuka divisi Syariah. Divisi inipun melejit, hanya modal milyaran sekarang asetnya triiunan rupiah.

Sekarang masih menjadi pengurus Kospin Jasa dan menjadi Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Tegal. Saya tidak tahu siapa dintara anak-anaknya yang mengembngkan bisnis Nadhirin. Setahu saya dua putrinya terjun di duania politik.

Catatan bagi mahasiswa: Kata Anggun Casmi, seorang penyanyi Internasional asal Indonesia: Bermimpilah, kemudian bangun dan kejarlah mimpi itu.

Tuesday, September 8, 2020

BATAS BISNIS DAN BATAS MIMPI

Batas bisnis kita berhenti di "mimpi." Saya menjadi broker properti karena terinspirasi dengan broker senjata yang namanya masyhur Adnan Kosagi. 

Jadi saya tidak akan menjadi siapa-siapa, karena batas bisnis saya di broker.  Masalahnya bisakah saya pada puncak broker. Itu ditentukan pada kapasitas saya di mata mitra-mitra. Kalau kapasitas saya memadahi tentu bisa. Tentu meningkatkan ketrampilan dan negotiation sebagai keharusan.

Saya pernah satu mobil dengan tokoh PDI Tegal, saat itu dia menjadi anggota dewan di Tegal. Saya bilang mas kalau bisa berpolitik itu total. Capailah sampai menjadi anggota dewan Pusat. Dia sudah berusaha, tapi hanya menjadi anggota dewan propinsi Jawa Tengah. Dia meninggal karena sakit.

Pernah ada saudara lulusan S1, harusnya dia ngajar STM, saya bilang coba daftar jadi dosen dan teruslah sekolah. Dia bisa mencapai puncak dibidangnya. Dia menjadi Profesor.

Anakku Hajar Intan Pertiwi, dia pengin menulis cerpen yang bagus. Saya bilang beljarlah pada orang yang tepat, belajarlah di Kelas Cerpen Kompas, akhirnya dia mengikuti program itu tahun 2018. Sekarang dia bisa menulis cerpen yang standar.

Yusuf Hafizun Alim juga perintis cuci Laundry Sepatu pertama 2015 di Tegal.

Jadilah sesuatu dibidangnya meski itu maklar.

Monday, September 7, 2020

TULISAN YANG MENGHIPNOSIS

Di dalam Al-Quran kata "neraka" disebutkan sampai 154 kali. Sedang kata "surga" hanya disebutkan 77 kali.

Itulah sebabnya Al-Quran banyak di taati.
Dalam tulisan yang menghipnosis selalu mengandung "ketakutan" dan unsur "kesenangan." Karena orang selalu menghindari "sengsara" dan ingin hidup "bahagia."

Di dalam marketing hal ini selalu digunakan dan manjur.

Wednesday, September 2, 2020

Membeli Rumah Cash mau pun KPR tetap untung.

Membeli rumah secara cash mau pun KPR tetap untung. Dibandingkan kita umpul-umpul dulu melalui tabungan.

Yuk kita coba menabung. Pendaptan kita sebulan misanya Rp. 4 juta.  Satu bulan kita tabung Rp. 1 juta. Setahun Rp. 12 juta. 20 tahun sekitar Rp.240 juta + bunga.

Misalnya rumah pada saat ini Rp. 150 juta. Kenaikan pertahunnya 20% berarti 20 tahun sekitar Rp. 600 juta.

Jadi nabung 20 tahu akan mendapatkan rumah seharga Rp. 240 juta. Sementara Rumah yang 20 tahun lalu harga Rp. 150 juta, kemudian jadi Rp. 600 juta.

Jadi kesimpulannya beli rumah cash mau pun lewat KPR tetap untung dari pada menunda membeli rumah.

Monday, August 31, 2020

Keajaiban Properti

Properti masih dianggap sebagai magic. Dari dulu mungkin sampai dunia ini tanpa properti.

Teori sederhana bahwa tanah yang terhampar luas dan bisa dibangun suatu bangunan, itu jumlahnya terbatas. Istilah kampungnya, Gusti Allah tidak lagi bikin tanah lagi. Jadi tanah beserta bangunan diatasnya nilainya akan naik akan naik secara ajaib.

Kalau tanah yang di develop umumnya naik setahun 20%. Jadi kalau selama lima tahun akan naik 100%>

Monday, December 18, 2017

Jangan Mengatasi Akibat, Atasilah Sebab.


Oleh : Zaenal Abidin MK

Setiap persoalan kita hanya bisa diatasi oleh diri kita sendiri, bukan orang lain. Kalau kita renungkan kita sebetulnya tahu duduk permasalahan kita. Apa sebabnya persoalan itu sampai terjadi dan akibatnya sampai membuat kita menderita. Karena setiap masalah hanyalah akibat saja bukan sebab.

Bila kita mengatasi akibat, sampai kapan pun tidak akan selesai, yang terjadi malah kita akan bertambah problimatikanya.

Sebagai contoh yang saya alami. Ketika bisnis saya jatuh, saya sibuk mengatasi tagihan dan problem yang ada, ternyata bukan semakin membaik, malah makin bertambah masalahnya. Saya sama sekali tidak bisa bekerja, yang ada hanya: Ketakutan.

Kemudian saya menerima keadaan remuk redamnya persoalan, saya menerima keadaan, bahwa saya lagi terpuruk secara keuangan. Maka yang saya lakukan semua aset saya jual dan sisanya saya melakukan nego dengan pihak mitra. Meski tetap ada yang tidak sabar dan akhirnya lapor polisi dan lainnya. Tapi itu saya biarkan, tanpa melawan. Sambil saya mulai menata mental kembali, dan mengumpulkan sisa kekuatan yang ada dalam diri saya, menghitung potensi yang masih ada.

Dari situlah kegembiraan datang, saya mulai sedikit-demi sedikit membangkitkan potensi yang masih ada dan berpikir positif mulai tumbuh, dan kepercayaan diri mulai ada. Saya memilih mulai bekerja kembali, tiap kali ada tekanan tagihan, saya nego.

Harimau yang ada dalam diri saya mulai mengaum, ini tentu berkat ilham dari Allah. Saya mulai bekerja dan respon mitra kerja mulai terus bertambah, saya mengalami kegembiraan, pelan-pelan bisa mengatasi problem keluarga dan sedikit demi sedikit mengatasi problem dengan orang lain.

Alhamdulillah kreatifitas saya dalam pekerjaan semakin bertambah, Allahu Akbar. Insya Allah sebelum jatah hidupku habis, saya  bisa menyelesaikan semua persoalan.

Kegairahan hidup, membuat segalanya berbeda, atas izin Allah.

Sunday, December 17, 2017

Sajak Khidir

Sajak Khidir

Oleh: Zaenal Abidin MK

Aku sms pada dua sahabat, satu Ustad Mokhammad Thamrin (63 tahun) dan satunya Pak Slamet Affandi (81 tahun) Tentang cerita Nabi Khidir. Kata merek, Quran surat Kahfi ayat 60 - 82.

Empqt tahun lalu Nabi Khidir datang melubangi perahu kami.

Awalnya anak-anak frustasi dan menyalahkan keadaan, menyalahkan orang tua.

dan waktu berjalan, mereka rupanya mendapat ilham dari Allah

subhanallah, akhirnya mereka bisa menerima keadaan. Mereka jadi mandiri dan saling suport.

Yang tadinya saling iri saat perahu kami belum dilubangi Nabi Khidir, kini mereka saling sayang dan tulus. Yang membuat saya bersyukur:

Syarif mau kerja di warnet dan sekalian jualan game.

Intan bisa terus menulis di Google Adsen.

Yusuf semakin mantab di bisnis cuci sepatu.

Bahkan Yusuf ikut bantu aku jualan properti.

Mereka memang putus kuliah dari perguruan tinggi

rupanya Allah mengajak mereka kuliah pada Kehidupan.

Pak Slamet Affandi, membalas:

“Alhamdu lillah. Semua yang terjadi di muka bumi ini pasti mengandung hikmah. Tinggal kita, bisa membacanya apa tidak..”


Tegal, 9 Desember 2017

Wednesday, August 30, 2017

Menabung kepercayaan.

Kepercayaan diri pelan-pelan lenyap, karena tekanan-tekanan orang lain terutama mitra bisnis, teman dan keluarga yang tidak menaruh kepercayaan kepada diri kita. Bila tekanan ini berlangsung lebih dari tiga tahun, hilanglah kepercayaan diri ini. Hal ini dialami oleh orang - orang yang jatuh di dalam  dunia politik, bisnis dan mantan narapidana korupsi.

Pertanyaannya kepercayaan diri yang hilang itu bisakah kembali? Tentu bagi orang berpikir positif mengatakan bisa, asal berusaha dengan gigih dan tentu saja melalui proses yang sedikit panjang. Intinya apa yang diajarkan oleh nabi Yakub dipegang teguh: jangan putus asa dari rahmat Allah.

MENATA MINDSET

Menata mindset bagi orang orang kehilangan kepercayaan diri itu memang lumayan berat. Itu juga yang saya alami selama lebih dari tiga tahun. Penilaian sebagian masyarakat yang buruk terhadap diri saya sangat mempengaruhi dan menekan saya kurang percaya diri.. Saya terpaksa membaca buku-lagi dan mengkaji Al-Quran lagi lebih mendalam.

Di dalam ajaran agama faktor ikhlas terhadap apa yang kita alami, baik karena kesalahan diri sendiri mau pun ada tindakan hazad orang lain kepada kita. Jangan mencoba melawan, itu menghabiskan energi. Semakin kita kuat melawan, serangan mereka semakin dahsyat dan itu berulang-ulang saya alami.

Monday, August 28, 2017

Kalau kepercayaan sudah hancur, apakah bisa pulih kembali?

Saya menyadari, kepercayaan orang terhadap saya sebagai person maupun sebagai wirausahawan sudah hancur lebur. Saya mencoba menggunakan medsos, malah senjata makan tuan. Banyak orang mulai nagih melalui medsos dan menghina. Tapi saya tidak putus asa terus ber medsos. Di tahuan 2013 saya mulai hancur secara keuangan, juga hancur secara kepercayaan orang. Baik mitra usaha, atau teman, Istilah Stephen R Covey, tabungan kepercayaan sudah habis..

Sunday, August 27, 2017

"Buat apa shalat, bapak yang shalat terus saja tidak amanah" kata Anakku Pertama.

Saya memang bukan dari keluarga yang beragama, atau tepatnya bukan dari kalangan santri. Ibu-bapakku setahuku, sejak saya kecil tidak melaksanakan shalat lima waktu. Tapi sejak saya remaja, saya anak mushala. Bahkan tidurnya pun sering di mushla, baik karena di rumah tidak punya kamar untuk saya, atau mungkin lebih senang tidur dimushala. Saya sejak remaja aktivis PII (Pelajar Islam Indonesia), bahkan sebagai pendiri PII Ranting Panggung Tegal.

Saturday, August 26, 2017

Bunda: "Kalau kamu putus asa, bagaimana dengan nasib anak-anakmu?"

Ketika semua harapan sudah tertutup, bahkan peluang pun seoah tidak ada lagi untuk hidup aman. Seakan di depan mata dan nun jauh disana tidak ada jalan lagi buat hidup. Hujatan-hujatan orang, teman-teman yang mulai menjauh, dan terutama mitra-mitra juga sangat jauh. Berdoa kepada Tuhan pun seolah tidak mungkin. Ada bisikan ibunda yang begitu pelan dan setengah menangis putus asa.

Thursday, August 24, 2017

Membangun Kepercayaan

Sulit bagi orang yang bangkrut membangun kepercayaan. Gagal bisnis umumnya lantaran seringnya tidak bisa memenuhi janji-janji dengan mitra bisnis. Dan untuk mengembalikan teramat sulit. Tapi bukan berarti tidak bisa mengembalikan kepercayaan lagi. Sangat bisa, hanya saja harus sabar dalam menjalani proses.

Pertama, penuhilah janji-janji yang mungkin bisa dipenuhi dari yang ringan-ringan. Jangan berjanji yang hanya menyenangkan orang lain, tapi sesungguhnya tidak akan bisa dipenuhi. Misalnya karena tekanan yang kuat dari sang penagih, karena takut, lantas berjanji. Ini tidak boleh dilakukan. Lebih baik pahit di depan.

Kedua saya memilih berjanji dengan orang yang menghutangi dengan nilai yang paling kecil, meskipun utangnya cukup besar. Seperti contoh, kami utang dengan mitra senilai Rp. 100 juta, kami sudah ditekan dan diancam, tapi kami tetap mengatakan, "untuk makan saja, saya susah, bagaimana saya bisa memenuhi janji dengan angsuran yang sesuai dengan permintaan si penagih utang. Saya bilang , insya Allah saya bisa mengngsur sebulan Rp. 100 ribu. Alhamdulillah disetujui. Alhamdulillah hal ini sudah berlangsung lebih dari dua tahun.

Adapun utang yang lebih besar, saya bilang insa Allah kalau pendapatan saya meningkat, baru bisa mengangsur. Pernah kami ketemu orang yang mengutangi di depan ATM, orang itu bilang"masih ingat saya pak?" Saya bilang tentu ingat Bu. Lantas ibu - ibu itu bilang , "Saya tidak mengharapkan Bapak ngangsur besar, seadanya saja, boleh sebulan Rp. 500 ribu/bulan. Saya jawab, doakan saja ya Bu, saya lagi berusaha membangun jaringan kembali dan membangun bisnis lagi. Doa kan saya sehat.

Ini saya lakukan tentu setelah semua aset yang saya miliki dijual untuk membayar utang. Dan saya sudah tidak memiliki lagi barang berharga yang bisa dijual. Termasuk buku-buku kesukaan saja saya jual, sehingga bacaanku hampir habis untuk makan sehari-hari. Saya utamakan membayar utang, semua milik anak pun saya paksa saya jual seperti motor, laptop dan hak mereka sebagai anak pun aku tarik yakni keluar dari Perguruan Tinggi dan sekolah.

Saya tunjukkan dengan sungguh-sungguh ingin mengatasi masalah. Tentu ada yang percaya dan ada yang menganggap kami pura-pura. Sehingga tidak mau tahu, tapi saya harus cukup sabar untuk menjelaskan kepada mereka, bahwa saya jujur.

Di dalam bisnis saya juga membangun kepercayaaan. Karena saya sebagai agent properti, saya memasarkan secara maksimal, melebihi orang lain, atau agen lain. Saya habis-habisan dalam memasarkan properti yang menyerahkan kepada saya. Itu dulu yang saya kerjakan untuk membangun kepercayaan dalam bisnis.

Alhamdulillah saya sejak muda memang punya reputasi yang baik, pekerja keras, dan jujur. Kalau pun saya terjadi slip dalam bisnis, itu diluar kendali saya. Dan mereka tahu dari informasi yang mereka dapatkan tentang saya.

Kini saya melakukan optimalisasi pemasaran properti. Yakni menggunakan, media-media yang ada, tentlu yang gratis seperti: Instagram, Facebook, youtube, Dengan modal seadanya saya bikin video, artikel iklan dan BC melalui Whatsapp dan Blackberry. Pokoknya saya habis-habisan dalam melakasanakn pemasaran, sehingga kami ditambah lagi untuk memasarkan properti, meski penjualannya belum membanggakan.

Semua itu hanya lah ikhtiar, tapi menanamkan kepercayaan dihati mitra dan oran glain hak Allah. Kita sebagai manusia tidak berhak.

Wednesday, August 23, 2017

Mulai Bangkit .

Yang tidak bisa hilang dari saya adalah selalu tersenyum. Dalam keadaan apa pun. Setelah berhasil menjual rumah inti, sebagian untuk membayar utang, sebagian untuk sewa rumah. Saya mencoba buka kantor lagi, yang malah yang datang orang - orang yang menagih utang dan komplain. Kantor itu tidak produktif dan tidak melanjutkan sewa tempat lagi. Saya sudah putuskan untuk sementara tidak bisnis properti lagi. Dan melangkah di kuliner. Karena modal sudah tidak ada lagi, saya menyampaikan kepada salah seorang sahabat yakni mas Sarnapi. Mas Sarnapi pun membiayai bisnis kuliner ini. Kami punya dua warung padang. Semula memang omsetnya bagus sehari bisa Rp. 1,8 juta. Tapi kemudian pengelola tidak terus terang lagi mengenai ompset. Akhirnya kami putus hubungan.


Kemudaian dua warung itu dikelola sendiri. Rupanya mengelola warung tidak mudah. Saya terpaksa harus belajar memasak sendiri. Sampai akhirnya saya bisa memasak masakan padang. Tentu saja dibantu keluarga. Karena tenaga terbatas dan kami mudah capek, pelayanan pun menurun, dan pelanggan pun merosot total. Untuk membayar sewa tempat warung, tidak mampu lagi. Dan untuk sewa pun saya dipinjami teman mbak Nelly, jadi utangku tambah besar. Utang pada mas Sarnapi dan pada mbak Nelly. Tutup lah dua warung itu. Kami kehilangan pekerjaaan dan penghasilan.

Mulailah saya terjun di dunai asuransi, ini berlangsung lebih dari dua tahun. Tapi karena mindset saya sangat buruk, tidak menghasilkan apa-apa, meskipun  semua training saya ikuti. Saya mulai mendalami dunia asuransi, baik dari bacaan maupun dari training-training. Yudi, adalah seorang leader asuransi yang sangat suport, tapi dasar mindset saya jelek, maka tidak menghasilkan apa-apa.

Ada pelajaran yang menarik dari agen asuransi, yakni grooming. Cara berpakaian yang sempurna dan rapi. Kareena saya tidak punya pakain bagus,saya memakai pakaian seadanya yang penting kelihatan bagus. Dan tentu saja bersepatu. Suatu hari kami ikut trainging di Purwokerto. Dan acara itu dihadiri orang-orang penting asuransi. Tiba-tiba sepatu saya lem nya lepas, jadi gak bisa dipakai lagi. Terpaksa saya melepas sepatu. Ini sangat membuat saya minder.

Rupaya berbagai training dan baca buku, kalau mindsetnya buruk tidak bakal berhasil. Ini kesimpulan saya selama di agen asuransi. Tapi saya terus keliling untuk prospek, hasilnya memalukan. Tapi kepercayaan saya terhadap asuransi tumbuh dengan sendirinya. Bahwa, seseorang perlu ada perlindungan asuransi. Supaya biaya hidupnya tidak banyak. Sampai sekarang saya masih yakin bahwa asuransi sangat penting bagi kehidupan.

Disinilah saya menata kembali mindset. Saya mulai banyak membaca Al-Quran dan buku-buku tentang mindset. Akhinya saya berkeyakinan, untuk merubah dunia, rubalah keyakinan dan pikiran yang ada dalam diri kita sendiri terlebih dulu.Baru dunia bisa kita ubah.

Dan saya selalu tersenyumm dalam keadaan apapun.

Tuesday, August 22, 2017

Utang Rp.100 juta, nyicil sebulan Rp. 100 ribu.

Hal yang paling sulit dalam negosiasi adalah nego kepada penagih utang. Sebagai orang yang sedang bangkrut tentu mengalami tekenan-tekanan dari penagih utang. Karena kesal mereka tidak jarang menghina kepada kami. Dan tidak jarang dengan ancaman-ancaman. Karena kami memang tidak adauang untuk mengembalikan dengan segera, kami tidak janji tapi nego. Adakalanya berhasil ada kalanya tidak berhasil. Ini sangat melelahkan secara fisik dan juga secara mental.

Yang tampak semakin panik dan trauma adalah anak-anak. Mereka tampak ketakutan saat ada sang penagih utang marah-marah dan berteriak. Kalau ada orang mengetuk pintu, anak bungsuku langsung berkeringat dan bilang "ada orang nagih utang." Padahal belum tentu itu penagih utang. Tapi itu respon spontan anak bungsuku.

Trauma ada tamu seperti ini berlangsung lebih dari tiga tahun. Saya sebagai orang tua yang selalu mendidik dan menjaga anak, dengan keadaan seperti ini tentu mencemaskan saya sendiri. Tapi pelan-pelan trauma ini hilang bersama waktu. Dan berubah dengan menerima kenyataan dan pasrah.

Yang kedua adalah ibuku. Karena terlalu banyaknya tekanan, atau mungkin karena usia yang menua, ibuku akhirnya kena penyakit jantung. Untuk ibuku ini saya merasa bersalah dan berdosa. Karena ibuku semakin tidak nyaman di rumah. Saya sudah sering bilang sama ibuku, supaya ikut adikku yang cukup makmur, tapi selalu jawabnya, biar ikut saya saja.

Jusru ucapan itu membuat saya semakin merasa berdosa. Dititipi Allah seorang ibu saja tidak bisa membahagiakannya justru membikin sering cemas dan tidak nyaman. Godaan untuk pergi ke orang pinter dan kyai selalu datang kepada saya. Cuma saya dari dulu tidak percaya ada orang pinter atau kyai yang bisa menyelesaikan  masalah orang lain. Yang bisa memecahkan masalah kita adalah kita sendiri.

Ada kabar slentingan, ada anak muda yang mempunyai kasus hampir mirip dengan saya, dia menerima investasi lebih dari dua milyar dari banyak orang, Rumah makan yang yang dijadikan andalah omsetnya justru tidak berkembang, buka cabang juga tidak berkembang. Akhirnya dia tidak bisa mengembalikan investasi itu. Kabarnya dia punya pengacara yang siap membantu dan tidak komersil.

Akhirnya saya datang ke anak muda itu, dan saya diberi alamat. Saya dan istri datang ke pengacara muda yang juga sebagai pengurus Pesantren itu. Rumahnya sangat sulit ditempuh, dan anak muda yang tampak tulus ini tidak memasang tarif, bahkan tidak meminta uang. Setelah saya dan istri saya menyampaikan permasalahannya, dia termenung dan berkata: Ibu sayang anak-anak apa sayang diri ibu sendiri. Kalau sayang anak-anak, lepaskanlah beban itu jangan ditimpakan pada anak-anak. Biarkanlah anak-anak dengan bimbingan Tuhan memilih jalannya sendiri. Dan ibu dengan ikhlas siap dipenjara. Tapi kalau ibu memilih diri ibu sendiri, anak-anak seumur hidup menderita karena persoalan ibu.

Akhirnya istri dan saya menyatakan siap melindungi anak-anak, dan kami menyerahkan segala persoalan dan data kepada pengacara yang santri itu. Dan kami menyerahkan diri kepada para penagih utang dengan ikhlas. Kami siap dipenjara. Dari situ, mereka mulai berfikir, bahwa mereka memilih jalan kompromi dan membiarkan kami bekerja untuk mengembalikan utang-utang mereka meski dalam waktu yang tidak menentu.

Setiap penagih utang datang saya sampaikan pesan pengacara itu pada mereka. Satu persatu mereka memilih menunggu kebaikan finansial saya, dan mereka percaya bahwa saya bisa mengembalikan utang-utang meski dengan sabar.

Mereka sering datang tapi bukan untuk menagih utang, hanya menanyakan bagaimana sudah bisa nyicil? Saya bilang belum. Dan ada saya penagih yang selalu mengancam dan pernah lapor polisi, yang akhirnya dicabut, minta saya menyicil sekecil berapapun yang penting ngangsur.

Setelah semua habis dan kami hidup terlunta-lunta, tidak bisa bayar kontrak rumah, sampai kemudian dipinjami rumah oleh seorang teman,  tanpa bayar dan bersedia pindah manakala ada yang mau beli. Setelah rumah itu terjual, kami pun bingung mau pindah kemana. Tapi Allah selalu menolong umatnya. Saya dapat tawaran tetangga untuk melanjutkan kontrak rumah, hanya 8 bulan, kami hanya bayar Rp. 2 juta. Akhirnya bisa pindah sesuai rencana.

Setiap orang yang menagih, saya pasrah. Kalau masih percaya berilah waktu. Dan melihat keadaanku yang begitu tak mampu. Malah ada yang meminta nyicil semampuku. Aku bilang bagaimana kalau sebulan Rp. 100 ribu (padahal utangku lebih dari Rp.100 juta), dan disetujui. Kami sudah ngangsur lebih dari dua tahun.

Kepada penagih utang selalu saya mengatakan, doa kan aku selalu sehat, insya Allah saya bisa Jaya kembali. Dan mereka Alhamdulillah berlaku sopan - sopan. Dan saya mulai merintis usaha, meski  tanpa modal, bahkan hp pun suka dijual karena untuk kebutuhan makan. Semua ini tentu saja pertolongan Allah semata.

Dalam proses itu, saya terus membaca buku dan Al-Qurna. Siang dan malam. Saya makin melihat keagungan Allah. Dan bertambah bersyukur. Keluarga utuh, meskipun luka anak-anak belum sembuh betul.

Aku alhamdulillah tidak pernah emosi, meski dihina apa pun oleh penagih yang tidak sabar. Itu betul-betul ilham dari Allah semata.

Monday, August 21, 2017

Dari Saling Menyalahkan, sampai sirnegik

Ketika bisnis gagal, atau kita kenal bangkrut. Dampak yang paling kuat adalah pada keluarga. Seperti yang saya alami. Jujur saya terkejut dan melempar kesalahan itu pada istruku. Dan dibalas dengan dia menyalahkan saya. Pertengkaranlah terjadi. Dan ini berlangsung hanpir setiap hari. Tidak hanya itu, hampir semua mitra menyalahakan kami. Bahkan orang lain, teman biasa atau sekedar kenal menyalahkan dan memberi komentar negatif. Sedikit banyak itu juga menekan mental kita.

Kepercayaan diri semakin menipis. Akhirnya saya memutuskan tidak bergaul. Tidak menghadiri undangan pernikahan, sunatan maupun yang lain, termasuk pengajian. Berat rasanya ketemu orang. Ada perasaan yang mungkin hanya perasaan saya sendiri, semua orang bakal tidak senang pada saya. Dan semua orang menyalahkan saya.

Kegiatan hanya dirumah membaca buku dan bernegosiasi dengan yang menagih utang. Sampai akhirnya menjual semua aset yang punya. Bahkan laptop anak-anak pun dijual.Yang membuta saya miris adalah wajah sedih anak wadonku, karena dia sudah menjadi penulis blog dan data semua yang dia punya belum sempat dipindahkan pun dijual. Termasuk kamera kesayangan, kebetulan anak wadon suka memotret.

 Karena sudah tidak ada yang layak dijual lagi sampailah buku-buku yang saya miliki terpaksa minta tolong pada teman dekat untuk membelinya, karena untuk makan sehari-hari. Selama hampir tiga tahun kesulitan makan itu terjadi.

Dan puncaknya adalah dua warung Padang juga ditutup, karena tidak bisa melanjutkan sewa kios dan tidak bisa membayar tukang masak. Yang jadi sedih, modal warung itu juga pinjaman dan kerja sama dengan teman. Tekanan semakin menghimpit kami.

Sampai akhirnya ada pikiran untuk cerai. Dan saya menolaknya. Dan anak-anak mengancam, kalau kami cerai, anak-anak tidak akan menikah seumur hidup. Hal ini lah yang menguatkan kami untuk menguatkan hubungan keluarga.

Saya mulai menyadari berkat membaca buku-buku Dr. Stephen R Covey, bahwa menyalahkan orang lain itu tindakan bodoh, dan menutup jalan untuk mengatasi masalah. Secara sadar saya mulai  meminta maaf pada istri, dan tidak berani prasangka buruk lagi. Apapun yang terjadi saya harus berprasangka baik dengan istri, meski itu berat. Pelan-pelan energi saya sudah mulai diarahkan untuk mengatasi masalah, bukan mencari masalah. Saya harus berpikir bahwa belum tentu istriku salah, kenapa saya harus menghukumi hal yang belum tahu. Jangan ada penyesalah dikemudian hari, kalau ternyata itu bukan keselahan istriku mutlak.

Karena sejak awal yang memegang kendali keuangan adalah istriku. Setelah sekian lama saya mulai berfikir agar bisa saya harus memback-up kesalahan istri kepada mereka dan mulai bersinergi dengan istri. Melakukan sinergi tidak  gampang diucapkan tapi susah dalam pelaksanaannya. Meskipun sudah melakukan ini, tetap hubungan kami masih terasa renggang. Bahkan kalau tiba saatnya istri menyalahkan saya, saya tetap membalasnya. Sampai saya bingung. Kenapa saya belum bisa sabar.

Pelan-pelan dan pasti, akhirnya kami bisa bersinergi. Dan kami mulai berkomunikasi dengan baik. Kami saling mendukung. Kalau istri secara tidak sadar menyalahkan saya, anak-anak mengingatkan, jangan terus menyalahkan bapak. Hubungan semakin indah. Kami semakin bisa tertawa, dan saling meledek. Dan kami bertekad menghadapi  persoalan ini bersama.

Kami sudah mulai saling memuji, Saya mengatakan kepada anak-anak, kita beruntung punya orang tua seperti ibumu, terampil memasak dan mau belajar memasak, sehinga ada order masakan apapun bisa dilayani. Istriku pun memuji saya dihadapan anak-anak. Kamu beruntung punya orang tua seperti bapakmu, sabar dan taat ibadah.

Meski kami sering kesulitan makan sehari-hari, tapi hati kami makin tenang. Dan anak-anakpun makin bisa menerima kenyataan. Anak pertamaku memberi tahun sudah mulai kerja apapun kerjaannya dia mau. Anak kedua dibujuk untuk kuliah lagi mau, dia tanya nanti biayanya bagaiman, saya selalu yang menting kuliah dulu, biaya Allah yang ngatur. Dan anak terakhir dibujuk untuk sekolah mau, meskipun sangat sulit. Akhirnya saya bilang, keperluan sekolah kamu akan ditanggung oleh Bulik, baru dia mau.

AGEN ASURANSI

Dalama keadaan tanpa kerjaan dan lontang-lantung, dayang teman lama yang masih sangat muda yakni Yudy, tahun 2008 kami tergabung dalam Entrepreneur University 1 yang diselenggarakan oleh Purdi Candra, tokoh penggerak kewirausahaan yang dahsyat. Meskipun belakangan Purdi Candra bangkrut.

Yudy datang mengenakan mobol Suzuki MPV warna hitam, dengan berpakaian metroseksual. Daia langsung tidak ngomong panjang lebar saya didaftarkan sebagai agen asuransi. Pekerjaaan agen asuransi sebetulnya pernah ditawarkan pada saya pada tahun 1980-an. Tapi saat itu saya menolak, saya memilih menjadi penulis lepas.

Tapi dalam keadaan bingung akhirnya tawaran teman ini saya terima. Dan saya bilang padanya, saya tidak punya apa-apa, tidak punya motor laptop untuk bikin ilustrasi. Dan yang lebih penting saya tidak punya uang untuk operasional. Dia bilang tak perlu khawatir. Dai akan bantu. Dia menepati janji.

Saya mulai ikut training di kantor Fp one di Jl. Hos Cokroaminoto Tegal. Mulai bergaul dengan anak-anak muda yang bersemangat. Saya mulai terisnpirasi semangat mereka. Seperti kebiasaan saya, selalu saya memperdalam apa yang menjadi pekerjaan saya. Dulu waktu saya menjadi wartawan, saya memperdalam ilmu jurnalistik maupun bahasa tulis. Begitupun kini menjadi agen asuransi saya mebaca buku-buku tentang asuransi, baik orang yang paling sukses mau pun cara menjual polis. Di tempat kerja ini mulai ada energi baru. Dan istriku saya ajak terlibat. Ini menambah hubungan kami semakin baik.

Saya mulai bersyukur pada Allah, hubungan saya dan istri terselamatkan dan bahkan semakin menguat, saling mendukung. Dan bersinergi. Kalau ada kemauan untuk memperbaiki hubungan, energi positif dan jalan untuk itu diberikan oleh Tuhan, itulah hebatnya sebuah kemauan.

Sunday, August 20, 2017

Meminta pada anak dan istri, jangan sampai saya stroke. .

Saya bangkrut tahun 2013 dan efeknya sampai 2016. Apa yang saya punya habis buat membayar utang. Tiga rumah, mobil dan tiga sepeda motor. Anak-anak putus kuliah dan sekolah. Tiap hari tekanan-tekanan tagihan terus menerus selama hampir 4 tahun. Tentu saja hubungan saya dan istri tegang dan hampir saja cerai.

Anakku yang pertama waktu itu diterima di Unpad dan UNS. Dan akhirnya memilih di UNS. Saya tidak tahu pertimbangan anak, tapi kemungkinan besar karena teman-temannya banyak kuliah di Surakarta. Terutama teman-teman basket. Karena anakku memang kapten Basket di SMA Negeri 1 Tegal. Meskipun tidak satu kampus, anakku sering mengikuti lomba atas nama di kampus temannya, yakni UMS.

Waktu saya meminta anak pertama ini berhenti, betul-betul dalam kondisi panik.Jadi tidak mempertimbangkan perasaan anak sama sekali. Saya baru menyadari betapa kecewanya anak disuruh berhenti kuliah, dan tanpa memberi solusi sama sekali agar tetap bisa kuliah. Tapi dia manut saja. Semua barang-barangnya ditinggal di Surakarta, sebagian juga ada yang dijual disana.

Anakku yang kedua sebetulnya diterima di ITL (Institut Teknologi Lampung), tapi karena kampusnya belum jadi, jadi kuliah di ITB. Pada tahun-tahun ini tanda-tanda kesulitan keuangan sudah muliah terasa. Maka dipilihlah kuliah di Udinus Semarang, ambil Teknik Industri. Pada akhirnya juga berhenti kuliah dan disuruh pulang.

Anak kedua ini tampak kecewa banget, dan frustasi. Tapi tetap diam. Kini ada dua anakku jadi pengangguran di rumah, yang sekarang bukan di rumah milik sendiri tapi rumah sewa. Karena tiga rumah sudah untuk bayar utang.

Anak ketiga ini sekolah di SMA Nasima Semarang. Kami sebenarnya tidak setuju, karena maksa, akhirnya kita ikuti, dan juga disuruh pulang. Anak ini berontak dan tampak putus asa. Tapi bagaimana lagi, ini langkah terakhir. Kami sudah tidak mempunyai pendapatan sama sekali. Sempurnalah tiga-tiganya jadi pengangguran di Tegal.

Banyak saran dari teman-teman dekat, mestinya anak-anak jangan sampai putus kuliah dan sekolah, meskipun orang tuanya kesuliatan keuangan. Tapi saya mau jelaskan apa kepada mereka, bahwa keadaan kami benar-benar sakarat secara keuangan. Berjalannya waktu, setelah dua tahun, Anak pertama mau kerja apa saja. Anak kedua mau kuliah di Tegal, yakni dimana saya mengajar yakni Poltek Harber, ambil jurusan Komputer. Dan anak terakhir mau sekolah di SMA dua, setelah ada jaminan dari adikku untuk membiayai sampai lulus.

Ini semua tentu dengan perjuangan yang sangat berat. Kami sama sekali tidak punya motor. Akhirnya si Sulung ambil motor kreditan, jadi bisa antar jemput anak-anak kuliah dan sekolah. Karena gajinya hanya untuk bayar kuliah anak kedua dan untuk tombok makan sehari-hari, motor pun sampai sekarang tidak bisa setor, untung tidak dicabut oleh leasing.

Dalam kondisi seperti ini, keributan tentu sering terjadi. Dan tentu selalu sumber kesalahan ditujukan pada saya. Saya tidak bisa membantah, hanya saja saya bilang kepada istri dan anak-anakku. "Kalau kalian selalu menyalahkan saya, saya bisa terserang stroke atau serangan jantung. Sementara persoalan kita sangat besar. Bagaimana kalau kamu berhenti. Kalau tidak mau berhenti, saya akan selalu menghindari kalian, kalau kalian lagi marah, " kataku.

Dan selalu saja marah-marah dan menyalahkan saya. Tidak berhenti. Baru di tahun 1017 serangan-serangan itu berhenti, karena saya sering sakit dan dirawat di Rumah Sakit. Dan saya bersyurkur adikku bisa membayar tunggakkan BPJS selama dua tahun tidak setor,  sehingga saya bisa gratis kalau dirawat di rumah sakit.

Dan kini prioritas saya kalau tanggal muda adalah bayar BPJS, soal makan nomor dua. Alhamdulillah ternyata bisa lancar sampai sekarang.

Saya mulai kembali mengajar dan kami juga jualan warung padang, tapi tutup tidak bisa melanjutkan kontrak tempatnya. Akhirnya hanya melayani pesanan. Sampai sekarang. Tapi ya itu, masih harus sabar. Semua peralatan warung padang dijual, sampai kursi-kursinya.
Anakku pertama, bekerja apa saja, dan sekarang ikut mengelola Warnet temannya. Anak kedua mulai kuliah dimana aku mengajar. Dan anak terakhir mulai menemukan akal, bisnis cuci sepatu. Karena sejak mau sekolah lagi di SMA, tidak punya motor,dan tidak pernah sangu. Katanya sempat jadi tukang parkir,saya biarkan.

Kini dia minta ijin menjadi tukang cuci sepatu, dan alhamdulillah dia bisa sangu sendiri dan bisa beli pakainnya sendiri sampai sekarang. Dan anak pertama diminta mengelola Warnet, dan saya biarkan, saya bilang sambil belajar Bisnis Internet Marketing. Dan anak kedua mulai rajin menulis di blog dan mulai ikut lomba Menulis Cerpen, dan menjadi juara ketiga se Perguruan Tinggi se Jawa Tengah.

Saya mulai belajar tentang Internet Marketing yang tujuan saya adalah memasarkan properti. Saya belajar youtube, istagram, dan google adsen. Dan terus belajar, intinya mengembangkan pemasaran properti. Dan saya mulai percaya diri. Meski masih kekurangan dan belum bisa hidup layak.
Mohon doa,saya tetap sehat.

Saturday, August 19, 2017

Tugas lelaki dan rasa nyaman.

Tugas lelaki adalah menjaga, agar semua menjadi lebih nyaman. Meskipun keadaan demikian panik. Karena lelaki adalah sopir, nakhoda, pilot. Dia harus tenang.

Membiasakan ucapan terima kasih.

Aku kedatangan tamu, teman lama. Istri saya keluar menyajikan wedang teh. Dan tak lupa saya dengan nada hormat saya mengatakan pada istri saya, "Matur nuwun." Sahabatku bertanya, karena lama gak ketemu istriku, "Tadi siapa?." Saya jawab "istriku," jawabku.

Saya bilang kenapa tanya, "soalnya kamu bilang 'matur nuwun' sama istrimu," aku tertawa. Itu kebiasaanku. Kalaupun yang menyodorkan anakku pun saya akan memperlakukan yang sama.
Rupanya dia kaget dengan kebiasaanku mengucapkan terima kasih kepada keluargaku. Padahal ini saya biasakan sekalipun pada anak-anakku.

PERLUKAH KITA BERMEDSOS KETIKA KITA SEDANG MENGALAMI BANGKRUT DAN DIVONIS PENYAKIT KRITIS.

PERLUKAH ORANG YANG SEDANG BANGKRUT DAN DIVONIS SAKIT KRITIS, BERMEDSOS RIA? Memang tergantung pilihan. Ada orang yang memilih menyendiri da...